Hukum Ibadah Haji Bagi Umat Muslim

Bisa melaksanakan ibadah haji menjadi impian setiap muslim. Mengunjungi rumah Alla dan memanjatkan syukur serta pengharapan menjadi kenikmatan tersendiri. Namun tidak semua umat muslim memiliki kemampuan finansial untuk melaksanakannya. Meskipun ada juga yang sudah mampu namun belum memiliki kesiapan mental. Namun sekarang ini masalah finansial rasanya sudah bukan masalah yang besar lagi karena sudah ada sistem tabungan haji yang bisa membantu kita untuk mengumpulkan uang sambil menunggu antrian pemberangkatan.

Melihat semakin banyak yang mendaftar haji dari Indonesia, mungkin masih banyak yang belum tahu sebabnya. Hal ini tentu saja karena hukum ibadah haji yang termasuk fardu ‘ain. Artinya ia diwajibkan bagi setiap individu muslim yang mampu. Jika seorang muslim mampu, maka ia berkewajiban untuk melaksanakan ibadah haji sekali seumur hidupnya. Hal ini dikarenakan haji yang termasuk dalam rukun Islam. Kewajiban haji pun tidak ada pertentangan antara Alqur’an, sunnah, dan juga ijma’. Dalam alqur’an sendiri, kewajiban haji telah disebutkan dalam surat Ali Imron ayat 97.

Adapaun untuk bisa melaksanakan ibadah ini dengan baik dan sempurna, maka kita harus memenuhi syarat wajib hajinya terlebih dahulu yaitu:
– Islam
– Berakal
– Baligh
– Merdeka
– Mampu

Namun ada kasus dimana sebuah keluarga membawa serta keluarga lengkapnya mulai dari ayah, ibu sampai anak yang masih kecil atau belum baligh. Bagaimana hukumnya? Jika anak kecil berhaji, maka hajinya tetap sah. Hanya saja hajinya dianggap haji tathowwu’ atau sunnah. Ketika sudah beranjak dewasa atau baligh maka ia tetap dikenakan kewajiban haji. Jadi, tidak mengapa jika kita ingin membawa serta anggota keluarga yang masih kecil untuk berhaji.

Dalam hukum ibadah haji dikatakan bahwa ibadah ini wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Mampu disini meliputi mampu dari sisi bekal serta kendaraan, mampu badannya atau sehat, jalan yang penuh rasa aman, serta mampu melaksanakan perjalanan. Jika sudah merasa mampu dari segala sisi baik finansial maupun mental srta fisik, maka tidak boleh ditunda-tunda pelaksanaannya.

Posted in Umroh Haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *